Pentingnya Teknologi Pembelajaran dalam Pendidikan
Seiring dengan kemajuan teknologi
yang mengglobal telah berpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik di bidang
ekonomi, politik, kebudayaan seni dan pendidikan bahkan di dunia. Dunia
pendidikan harus mau mengadakan inovasi yang positif untuk kemajuan pendidikan
dan sekolah. Tidak hnaya inovasi dibidang kurikullum, sarana – prasarana, namun
inovasi yang menyeluruh dengan menggunakan teknologi informasi dalam dunia
pendidikan. Teknologi pendidikan dapat mengubah cara Teknologi pendidikan
sering kali diasumsikan dalam persepsi yang mengarah elektronika padahal konsep
teknologi mengandung pengertian yang luas Berdasarkan definisi 1994, Teknologi
pemeblajaran adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan,
pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber untuk belajar. Komponen
definisinya adalah teori dan praktek , desain, pengembangan, pemanfaatan,
pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber untuk keperluan belajar.( Miarso,
Yusufhadi: 2004)
Definisi teknologi pembelajaran
Dunia pendidikan saat ini dituntut untuk dikembangkanya pendekatan
pembelajaran. hal ini seiring dengan perkembangan psikologi peserta didik,
dinamika sosial, serta dinamika sistem pendidikan pada setiap negara yang terus
berubah. (M. Musfiqon dan Nurdyansyah. N.: 2015)
UU No 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 2 menerangkan bahwa “Pendidikan
nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama,
kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan zaman. Oleh karena
itu, perancangan dan perkembangan pembelajaran harus sesuai dengan perkembangan
IPTEK.( Nurdyansyah & Luly Riananda: 2016)
Nurdyansyah meperejelas “The education world must innovate in a whole. It means that all the devices in education system have its role and be the factors which take the important effect in successful of education system”.(Nurdyansyah, Pandi Rais, Qorirotul Aini:2017)
Proses pembelajaran melibatkan berbagai pihak, tidak hanya melibatkan
pendidik dan siswa. Namun, peran dari bahan ajar juga sangat dibutuhkan dalam
proses pembelajaran. Pembelajaran dimaksudkan untuk tercapaianya suasana
tertentu dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik nyaman dalam
belajar.(Nurdyansyah. N., Andiek Widodo: 2015)
Hakikat belajar yaitu proses interaksi dari selururh kondisi disekitar
peserta didik. Belajar diartikan suatau proses pengarahan untuk pencapaian
tujuan dan proses melakukan perbuatan melalui pengalaman yang diciptakan. (Nurdyansyah.
N., Eni fariyarul Fahyuni: 2016. Untuk mencapai kompetensi perlu ada pengukuran
/ penilaian. Penilaian hasil belajar memerlukan sebuah pengolahan dan analisis
yang akurat. (Nurdyansyah. N., Andiek Widodo: 2015)
Secara etimologi kata teknologi berasal dari kata “techne” yang
artinya berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan
pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu atau pengetahuan tentang prinsip
– prinsip atau metode. Pendidikan teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai
tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan. Teknologi juga bisa berarti
keseluruhan sarana untuk menyediakan barang – barang yang di perlukan bagi
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia, sedangkan teknologi sangat mempunyai
peranan penting bagi pendidikan.
pendidikan merupan investasi setiap Negara, apalagi bagi negara yang
berkembang yang giat membangun Negaranya . Mutu pendidikan tergantung kepada
mutu guru dalam membimbing proses belajar – mengajar .Sejak berabad – abad
orang berusaha untuk mencari jalan meningkat mutu metode mengajar dengan
prinsip – prinsip atau asas - asas dedaktif. Namun demikian di anggap bahwa
mengajar itu masih terlampau banyak merupakan seni yang banyak bergantung
kepada bakat dan kepribadian guru.Di zaman kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi sekarang ini, para ahli berusaha untuk meningkatkan mengajar itu
menjadi suatu ilmu atau science . Dengan metode mengajar yang ilmiah, di
harapkan proses belajar mengajar itu lebih terjamin keberhasilannya . inilah
yang sedang di usahakan oleh teknologi pendidikan . sebuah obsesi bahwa pada
suatu saat, mengajar atau mendidik itu menjadi suatu teknologi yang dapat
dikenal dan dikuasai langkah – langkahnya.
Teknologi pendidikan memandang sebagai suatu masalah yang harus di hadapi secara rasional dengan menerapkan metode pemecahan masalah. Di samping itu perkembangan teknologi pendidikan didunkung oleh perkembangan yang pesat dalam media komunikasi seperti radio, televise, internet dan ynag dapat dimanfaatkan bagi tujuan instruksional.(Eveline Siregar:2004)
Penerapan teknologi
Penerapan teknologi pembelajaran baru tersebut akan membawa perubahan
besar yang berpengaruh terhadap administrasi dan fasilitas sekolah, metode
pembelajaran, serta peranan guru dan siswa.
Agar teknologi pembelajaran yang baru tersebut dapat dimanfaatkan
secara optimal diperlukan suatu profesi baru yang berperan dalam pengelolaan
dan penyusunan desain, implementasi dan evaluasi program pendidikan secara
penuh.
Teknologi merupakan bagian integral dalam setiap budaya. Makin maju
suatu budaya, makin banyak dan makin canggih teknologi yang digunakan. Meskipun
demikian masih banyak di antara kita yang tidak menyadari akan hal itu.
Teknologi diterapkan di semua bidang kehidupan, di antaranya bidang pendidikan.
Teknologi pendidikan ini karenanya beroperasi dalam seluruh bidang pendidikan
secara integratif, yaitu secara rasional berkembang dan terjalin dalam berbagai
bidang pendidikan. (Cece Wijaya: 1992)
Teknologi pendidikan adalah sebuah konsep yang sangat kompleks dan memiliki definisi yang kompleks pula. Bilamana kita berfikir tentang Teknologi Pendidikan, kita dapat memikirkannya dalam tiga cara yaitu sebagai konstruksi teoritik, sebagai bidang garapan dan sebagai profesi.(Answari, Media Pembelajaran: 2002)
Fungsi media dalam pembelajaran
Selain untuk menyajikan pesan sebenarnya ada beberapa fungsi lain yang
dapat di lakukan oleh media. Namun jarang sekali di temukan seluruh fungsi
tersebut di penuhi oleh media komunikasi dalam satu system pembelajaran.
Sebaliknya suatu program media tunggal sering kali dapat mencakup beberapa
fungsi sekaligus secara simutan fungsi tersebut antara lain :
1.
Memeberikan pengetahuan
tentang tujuan belajar.
Pada permulaan
pembelajaran, siswa perlu di beru tahu tentang pengetahuan yang akan di
perolehnya atau keterampilan yang akan di pelajarinya. Kepada siswa harus di
pertunjukkan apa yang akan di harapkan darinya, apa yang harus dapat di lakukan
iuntuk menunjukkan bahawa ia telah menguasai bahan pelajaran.dan tingkat
kemahiran yang di harapkan.untuk pemebelajaran dalam kawasan perilaku
psikomotorik atau kognitif, media visual khususnya yang menampilkan gerak dapat
mempertunjukkan kinerja yang harus di pelajari siswa. Dengan demikian dapat
menjadi model perilaku yang diharapkan dapat di pertunjukkannya pada akhir
pembelajaran.
2.
Memotivasi siswa
Salah satu peran yang
ummum dari media komunikasi adalah memotivasi siswa. Tanpa memotivasi, sangat
mungkin, pembelajaran, tidak menghasilkan belajar. Usaha untuk memotivasi siswa
sering kali di lakukan dengan menggambarkan sejelas mungkin keadaan di masa
depan, di mana siswa perlu menggunakanhan pengetahuan yang telah di peroleh.
Jika siswa menjadi yakin tentang relevansi pembelajaran dengan kebutuhannya di
masa depan, ia akan termotivasi mengikuti pembelajaran.
Media yang sesuai
untuk menggambarkan keadaan masa depan adalah media yang dapat menunjukkan
(show) sesuatu atau menceritakan(tell) hal tersebut.bila teknik bermain peran
di gunakan seperti lawak atau drama pengalaman yang di raskan siswa akan lebih
kuat. Film juga seringkali di produksi dan di gunakan untuk tujuan motivasi
dengan cara yang lebih alami.
3.
Menyajikan informasi
Dalam system
pembelajaran yang besar yang terdiri dari beberapa kelompok dengan kurikullum
yang sama, media seperti film dan televisi dapat di gunakan untuk menyajikan
informasi . Guru kelas bebas dari tugas mempersiapkan dan menyajikan pelajaran,
ia dapat menggunakan energinya kepada fungsi- fungsi yang lain seperti
merencanakan kegiatan siswa, mendiagnosa masalah siswa, memberikan konseling
secara individual. Ada tiga jenis variasi penyajian informasi:
- Penyajian dasar, membawa siswa kepada pengenalan pertama terhadap materi pembelajaran, kemudian di lanjutkan dengan diskusi, kegiatan siswa atau “review” oleh guru kelas.
- Penyajian pelengkap, setelah penyajian dasar di lakukan oleh guru kelas, media di gunnakan untuk membawa sumber- sumber tambahan ke dalam kelas, melakukan apa yang tidak dapat di lakukan dengan cara apapun.
- Penyajian pengayaan, merupakan informasi yang bukan merupakan bagian dari tujuan pembelajaraan, di gunakan karena memiliki nilai motivasi dan dapat mencapai perubahan sikap dari dalam siswa
4.
Merangsang diskusi
Kegunaan media untuk
merangsang diskusi sering kali disebut sebagai papan loncat, diambil dari
bentuk penyajian yang relative singkat kepada sekelompok siswa dan di lanjutkan
dengan diskusi. Format media biasanya menyajikan masalah atau pertanyaan,
sering kali melalui drama atau contoh pengalaman manusia yang spesifik.
Penyajian media di harapkan dapat merangsang pemikiran, membuka masalah,
menyajikan latar belakang informasi dan memberikan fokus diskusi. Film atau
video sering kali digunakan untuk tujuan ini.
5. Mengarahkan kegiatan siswa
Pengarahan kegiatan
merupakan penerapan dari metode pembelajaran yang disebut metode kinerja atau
metode penerapan . Penekanan dari metode ini adalah pada kegiatan melakukan .
Media dapat di gunakan secara singkat atau sebentar –sebenta untuk mengajak
siswa mulai dan berhenti. Dengan kata lain program media digunakan untuk
mengarahkan siswa melakukan kegiatan langkah. Penyajian bervariasi , mulai dari
pembelajaran sederhana untuk kegiatan siswa, seperti tugas pekerjaan rumah
sampai pengarahan langkah demi langkah untuk percobaan laboratorium yang
kompleks. Permainan merupakan metode pembelajaran yang sangat disukai khususnya
bagi siswa sekolah menegah, memiliki nilai motivasional yang tinggi, melibatkan
siswa lebih baik dari pada metode pembelajaran yang lain.
6.
Melaksanakan latihan dan
ulangan
Dalam belajar
keterampilan, apakah itu bersifat kognitif ataun psikomotorik. Pengulangan
respons – respons dianggap sangat penting untuk kemajuan kecepatan dan tingkat
kemahiran. Istilah “drill” di gunakan untuk jenis respons yang lebih sederhana
seperti menerjemahkan kata- kata asing atau mengucapkan kata – kata asing
“Practice” biasanya berhubungan dengan kegiatan yang lebih kompleks yang
membutuhkan koordinasi dari beberapa keterampilan dan biasanya merupakan
penerapan pengetahuan, misalnya latihan olahraga tim atau individual, memecahkan
berbagai bentuk masalah. Penyajian latihan adalah proses mekanisme murni dan
dapat di lakukan dengan sabar dan tak kenal lelah oleh media komunikasi,
khususnya oleh media yang dikelola oleh komputer. Laboratorium bahasa juga
salah satu contoh media yang di gunakan untuk pengulangan dan latihan.
7. Menguatkan belajar
Penguatan sering kali
disamakan dengan motivasi, atau digolongkan dalam motifasi. Penguatan adalah
kepuasan yang dihasilkan dari belajar, di mana cenderung meningkatkan
kemungkinan siswa merespons dengan tingkah laku yang diharapkan , setelah
diberikan stimulus. Penguatan paling efektif diberikan beberapa saat setelah
respons diberikan. Karena itu harus terintegrasi dengan fungsi media yang
membangkitkan respon siswa, seperti fungsi 3,4,5,6,8, jenis penguatan yang umum
di gunakan adalah pengetahuan tentang hasil . suatu program media bertanya
kepada siswa, kemudian siwa menyusun jawabannya atau memilih dari beberapa
kemungkinan jawaban. Setelah siswa menentukan jawabannya, ia sangat termotivasi
untuk segera mengetahui jawabannya, ia sangat termotivasi untuk segera
mengetahui jawaban yang benar . Jika jawaban siswa benar dan ia tahu, ia di
kuatkan , bahkan jika jawabannya salah , evaluasi dari jawabannya , menujukan
seberapa dekat jawabannya mendekati
kebenaran, juga dapat menguatkan. Media apa pun yang dapat di gunakan
untuk menyajikan informasi juga mampu menyajikan pertanyaan dan merangsang
siswa untuk menjawab. media apa pun yang mampu melakukan fungsi ini, ia juga
mampu memberikan jawaban benar terhadap responsnya, sehingga memberikan latihan
terhadap perilaku yang kompleks yang mampu membutuhkan lingkungan khusus.
Contoh yang sering di temukan adalah simulator mobil yang di gunakan latihan
dan simulator pesawat yang di gunakan untuk terhadap pertanyaan kognitif
setelah siswa di beri kesempatan menjawab, sehingga memungkinkan membandingkan
dan memperoleh pengetahuan tentang hasil seseorang mungkin.
8.
Memberikan pengalaman
simulasi
Simulator adalah alat
untuk menciptakan lingkungan buatan secara realistis dapat merangsang siswa dan
bereaksi pelatihan pilot. Instruktuf biasanya menjadi bagian dari system,
memberikan penilaian segera dan menyelipkan kerusakan pada system untuk
memberikan siswa latihan mengatasi masalah. Media komunikasi sering kali
memegang peranan penting dalam simulasi, sejak siswa harus mengkomunikasikan
informasi kepada mesin dan sebaliknya mesin menginformasikan pengguna tentang
pencapaiannya. Simulator tidak terbatas pada system yang kongkret dan “self
contained” tetapi dapat di aplikasikan pada system yang lebih abstrak seperti
ekonomi nasional dari Negara kuno, anggaran belanja system sekolah atau fungsi
bantuan kedutaan dalam negara Afrika. Program computer dapat memungkinkan
simulasi system yang kompleks, menerima masukan dari siswa, menghitung hasil
dan menginformasikan kepada siswa melalui media komunikasi tentang perubahan
yang di lakukan dalam system. Jenis lain dari simulasi adalah permainan,
mensimulasikan system yang kompetitif dengan dua atau lebih siswa atau kelompok
belajar berinteraksi satu sama lain. Karen asangat mirip dengan simulator yang
dapat merefleksikan kenyataan, permainan dapat mengembangkan respon yang siap
ditransfer ke dunia yang sebenarnya. Bermain peran juga merupakan bagian dari
teknik simulasi yang dapat di gunakan untuk merekam suatu pertemuan antara
siswa dan seseorang yang mensimulasikan kehidupan nyata seseorang siswa di
latih berinteraksi dengannya. (Dewi Salma Prawirdilaga: 2008)
References
Answari.
2002. Media Pembelajaran. Jakarta : Penerbit Cipta press
Bachtiar
Harsja W. 1984. Teknologi komunikasi pendidikan, Jakarta : penerbit
pustekkom Dikbud Muhammad, M., & Nurdyansyah, N. (2015). Pendekatan
Pembelajaran Saintifik. Sidoarjo: Nizamia learning center.
Nurdyansyah,
N., & Andiek, W. (2015). Inovasi teknologi pembelajaran. Sidoarjo:
Nizamia learning center.
Nurdyansyah,
N., & Fahyuni, E. F. (2016). Inovasi Model Pembelajaran Sesuai Kurikulum
2013. Sidoarjo: Nizamia learning center.
Nurdyansyah,
N., Rais, P., & Aini, Q. (2017). The Role of Education Technology in
Mathematic of Third Grade Students in MI Ma’arif Pademonegoro Sukodono.
Madrosatuna: Journal of Islamic Elementary School, 1(1), 37-46.
Nurdyansyah,
N. (2016). Developing ICT-Based Learning Model to Improve Learning Outcomes
IPA of SD Fish Market in Sidoarjo. Jurnal TEKPEN, 1(2).
Nurdyansyah,
N., & Andiek, W. (2017). Manajemen Sekolah Berbasis ICT. Sidoarjo:
Nizamia learning center.
Nurdyansyah,
N. (2018). Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Pelajaran IPA Materi
Komponen Ekosistem. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Nurdyansyah,
N. (2018). Peningkatan Moral Berbasis Islamic Math Character.
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Nurdyansyah, N. (2018). Pengembangan
Bahan Ajar Modul Ilmu Pengetahuan Alambagi Siswa Kelas Iv Sekolah Dasar.
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Nurdyansyah,
N., & Fitriyani, T. (2018). Pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif
Terhadap Hasil Belajar Pada Madrasah Ibtidaiyah. Universitas Muhammadiyah
Sidoarjo.
Nurdyansyah,
N. (2017). Sumber Daya dalam Teknologi Pendidikan. Universitas
Muhammadiyah Sidoarjo.
Nurdyansyah,
N. (2015). Model Social Reconstruction Sebagai Pendidikan Anti– Korupsi Pada
Pelajaran Tematik di Madrasah Ibtida’iyah Muhammadiyah 1 Pare. Halaqa,
14(1).
Nasution.
2010. Teknologi pendidikan, Jakarta : penerbit PT Bumi Aksara.
Yusufhadi,Miarso.
2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta : Penerbit Pustekkom
Siregar
Eveline. 2004. Pelangi teknologi pendidikan. Jakarta : Penerbit Kencana
Wijaya
Cece. 1992. Upaya Pembaharuan Dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung :
Penerbit Remaja Rosdakarya
Prawirdilaga
Dewi Salma. 2008. Mozaik Teknologi Pendidikan Jakarta: penerbit Prenada
Media Group
0 Response to "Pentingnya Teknologi Pembelajaran dalam Pendidikan"
Posting Komentar