Problematika Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka
Kurikulum
merdeka merupakan kurikulum berbasis kompetensi untuk mendukung pemulihan
pembelajaran. Kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran
intrakurikuler yang bermacam-macam agar peserta didik lebih optimal dan
memiliki konsep dan menguatkan kompetensi yang dimilikinya. (Jannah,
Fatimattus, & Zahra, 2022).
Menurut (Hermawan, Juliani, & Widodo, 2020)
Kurikulum merupakan suatu program yang direncanakan dan dilaksanakan untuk
mencapai tujuan. Oleh karena itu penyelenggaraan sebuah pendidikan memerlukan
sebuah konsep yang berfungsi menjadi alat yang selalu bisa dirubah sesuai
dengan perkembangan zaman.
Salah satu
karakteristik kurikulum merdeka adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek
untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan profil
pelajar pancasila. (Fatah, Haryana, Sampurno, 2022)
Dari pedoman
tersebut maka sudah dapat dikerucutkan bahwasannya penerapan kurikulum merdeka
adalah salah satu bentuk kurikulum yang diterapkan sebagai penyembuhan akan
krisisnya pembelajaran yang ada di Indonesia. Hal ini didasarkan pada penerapan
kurikulum merdeka yang memberikan kebebasan kepada guru dalam mengelola sistem
pendidikan dan disesuaikan dengan capaian peserta didik. Idealnya, guru
seharusnya menggunakan berbagai sumber literatur yang relevan untuk disarikan
serta menyarankan siswa untuk memperkaya pemahaman siswa. (Umami, Aghata, &
Widyanti, 2020)
Berdasarkan pengamatan di lapangan, dalam penerapan kurikulum merdeka
terdapat beberapa perubahan terutama pada sistem pembelajarannya, didalam
kurikulum merdeka diberikanya keleluasaan kepada guru untuk memilih berbagai
perangkat ajar yang bisa disesuaikan
dengan minat dan kebutuhan belajar peserta didik (pembelajaran
terdiferensiasi). Namun kebijakan ini juga memiliki kelemahan atau beberapa
kendala dalam pelaksanaanya. Salah satu guru menyatakan kesulitan akan
kebutuhan belajar siswa dikarenakan perubahan kurikulum yang masih baru. Hal
ini sangat berpengaruh terhadap berjalannya suatu sistem pembelajaran khususnya
pada sekolah menengah kejuruan dimana materi pembelajaran cenderung terarah
pada praktik. Sementara itu guru yang lain menyatakan masih kurangnya bahan
ajar, seperti penyiapan materi dan media-media pembelajaran dalam
mengimplementasikan kurikulum merdeka, sehingga masih menyisipkan materi atau
cara mengajar yang ada di K-13. Ada juga guru yang menyatakan kesulitan dalam
memahami karakter siswa, minat siswa dan guru juga harus menumbuhkan bakat dan
minat siswa.
Dengan
kurikulum ini, guru diharapkan dapat memahami karakter siswa lebih baik. Proses
kegiatan belajar dan mengajar diharapkan bisa lebih baik dan dilaksanakan
secara maksimal sesuai keinginan dan kemampuan peserta didik.(Susiani, 2022)

0 Response to "Problematika Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka "
Posting Komentar